Tutorial

Cara install dan konfigurasi Git untuk tim development

Git jadi alat wajib bagi tim development untuk mengelola perubahan kode secara rapi dan dapat dilacak. Berikut alur memasang Git, mengatur konfigurasi awal, hingga alur kerja dasar menyimpan dan mengirim perubahan kode ke repositori tim.

Tutorial: Cara Install dan Konfigurasi Git untuk Tim Development
Tutorial6 menit baca

Langkah 1: Pasang Git sesuai sistem operasi

Di Ubuntu atau distribusi Linux berbasis Debian, pasang Git dengan sudo apt install git -y. Di macOS, Git dapat dipasang lewat Homebrew menggunakan brew install git atau otomatis terpasang saat Xcode Command Line Tools diinstal. Di Windows, unduh installer resmi dari situs Git dan ikuti proses pemasangannya seperti aplikasi pada umumnya.

Langkah 2: Atur nama dan email secara global

Setelah terpasang, atur identitas yang akan muncul di setiap commit menggunakan git config --global user.name "Nama Anda" dan git config --global user.email "email@contoh.com". Konfigurasi ini berlaku untuk seluruh repositori di komputer tersebut, sehingga setiap anggota tim dapat dikenali dari riwayat commit yang dibuatnya.

Ilustrasi terminal mengatur konfigurasi nama dan email Git

Ilustrasi terminal saat mengatur konfigurasi global Git

Langkah 3: Buat dan daftarkan SSH key untuk akses repositori

Agar tidak perlu memasukkan kata sandi setiap kali mengirim perubahan, buat pasangan kunci SSH dengan ssh-keygen -t ed25519 -C "email@contoh.com", lalu daftarkan kunci publik yang dihasilkan ke akun di platform repositori yang digunakan tim, seperti GitHub atau GitLab. Setelah terdaftar, koneksi ke repositori dapat memakai alamat berbasis SSH.

Ilustrasi proses pembuatan dan pendaftaran SSH key Git

Ilustrasi pembuatan SSH key untuk akses repositori

Gambar di atas adalah ilustrasi tampilan, bukan tangkapan layar sistem produksi klien.

Langkah 4: Clone repositori dan jalankan alur kerja dasar

Salin repositori tim ke komputer lokal dengan git clone diikuti alamat repositori. Setelah melakukan perubahan pada kode, jalankan alur kerja dasar: git add untuk menandai berkas yang berubah, git commit untuk menyimpan perubahan beserta pesannya, lalu git push untuk mengirim perubahan tersebut ke repositori bersama agar dapat dilihat anggota tim lain.

Kebiasaan baik yang perlu dibangun sejak awal

  • Tulis pesan commit yang jelas dan ringkas, agar riwayat perubahan mudah ditelusuri di kemudian hari.
  • Pisahkan pekerjaan dalam branch tersendiri sebelum digabungkan ke branch utama, agar kode yang masih dalam proses tidak mengganggu anggota tim lain.
  • Gunakan SSH key dibanding menyimpan kata sandi berulang kali, baik untuk keamanan maupun kenyamanan kerja sehari-hari.

Butuh bantuan menata alur kerja development tim Anda?

Kami bantu setup repositori, branching strategy, dan proses deployment yang rapi untuk tim development Anda.

Chat kami